Fisika Lingkungan : D’Green Earth Community

Makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Kita tentu dapat membayangkan, apa yang terjadi jika seekor ikan dikeluarkan dari akuarium, kolam, atau sungai yang merupakan lingkungan hidupnya? Ikan tersebut akan mati. Hal itu terjadi karena tidak adanya unsur-unsur lingkungan yang mendukung kehidupan ikan tersebut. Meskipun lingkungan bersifat mendukung atau menyokong kehidupan makhluk hidup, namun perlu diingat bahwa tidak semua lingkungan di muka bumi ini memiliki keadaan yang ideal untuk kehidupan makhluk hidup. Dalam hal ini, makhluk hidup yang bersangkutan harus dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Sebagai contoh, manusia yang hidup di daerah dingin seperti di kutub harus mengenakan pakaian yang tebal agar dapat bertahan di hawa dingin; hewan onta mempunyai kemampuan tidak minum selama berhari-hari, hal ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan hidup onta, yaitu di padang pasir yang sulit menemukan air; beberapa jenis tumbuhan menggugurkan daunnya saat musim kemarau agar dapat mengurangi penguapan, sehingga pohon tersebut tidak mati karena kekurangan air. Hal-hal tersebut merupakan bentuk adaptasi makhluk hidup terhadap kondisi lingkungan yang beragam di muka bumi. Khusus bagi manusia, adaptasi yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil interaksi yang disebut dengan budaya. Budaya-budaya tersebut, antara lain, berupa bentuk rumah, model pakaian, pola mata pencaharian, dan pola kehidupan hariannya. Lingkungan manusia erat kaitannya dengan ilmu IPA terutama biologi dan fisika. Fisika merupakan ilmu mengenai alam, yang mempelajari unsur-unsur dasar pembentuk alam semesta, gaya-gaya yang bekerja di dalamnya, dan akibat-akibatnya; mencakup rentang yang luas: dari partikel sub atom pembentuk semua materi sampai kelakukan alam semesta sebagai suatu kesatuan kosmos. Salah satu cabang ilmu fisika adalah Fisika Lingkungan.

Fisika Lingkungan merupakan ilmu yang memepelajari tentang aspek-aspek fisis dan matematis yang berhubungan dengan konsep-konsep mengenai teori lingkungan termasuk sistem ekologi dan dampak pencemaran terhadap keseimbangan lingkungan yang di akibatkan oleh alam maupun perbuatan manusia. aspek-aspek yang dipelajari antara lain proses pelepasan radioaktif, mekanisme masuknya radioaktif pada tubuh manusia, proteksi radiasi, PLTN dan Global Warming. Kemajuan ilmu penegtahuan, teknologi dan industri memberikan dampak terhadap manusia dan lingkungannya. dampak tersebut dapat bersifat positif maupun negatif. dampak positif adalah dampak yang memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia dan lingkungan. serta dapat ikut menaikkan kesejahteraan manusia. sedangkan dampak negatif adalah dampak yang banyak menimbulkan kerugian. 

D’Green Earth Community merupakan komunitas mahasiswa pecinta lingkungan yang dibentuk untuk mengantisipasi mitigasi dan adaptasi terhadap bencana yang berkaitan dengan kerusakan akibat manusia dan faktor alam dengan menciptakan alat yang bersumber dari energi alternatif yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dilakukan dengan mengaitkan mata kuliah fisika lingkungan yang dibimbing oleh Bapak Drs. Yushardi, M.Si dan Ibu Dr. Sudarti, M.Kes. Dengan adanya komunitas ini diharapkan para mahasiswa mampu peka terhadap ancaman kerusakan lingkungan yang semakin mendekati zona merah.

This entry was posted on February 10, 2018. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *